Minggu, 26 Mei 2013



















IT#5 - Opera for Android adalah peramban internet (browser) pertama dari Opera yang dikembangkan dengan framework WebKit (Chromium) sehingga diklaim memudahkan pengembang aplikasi (developer) web dalam mengoptimalisasi situsnya bagi browser ini.

Namun, bukan itu saja yang ditawarkan oleh Opera for Android. Pembuatnya pun menyematkan beberapa keunggulan yang membedakannya dari browser pesaing. Apa saja? Berikut beberapa di antaranya, berdasarkan rangkuman Kompas Tekno dalam acara temu media dengan Opera di Jakarta, Jumat (24/5/2013).

1. Mode Off-Road. Ini adalah fitur kompresi data yang disebut bisa menghemat pemakaian kuota internet untuk browsing hingga 90 persen.

Saat diaktifkan, Opera for Android akan mengakses data web yang telah dikompresi terlebih dahulu dari server milik Opera. Alhasil, smartphone hanya perlu menarik data dalam jumlah lebih kecil dibandingkan koneksi langsung sehingga mengurangi konsumsi data sekaligus mempercepat proses loading.

Metode tersebut mirip dengan "Turbo Mode" pada browser Opera Mini, dengan konsekuensi degradasi kualitas tampilan file gambar karena proses kompresi.

Pengguna Opera for Android juga bisa mengaktifkan fitur Auto text-wrapping yang akan memampatkan teks halaman web dalam satu tampilan jendela sehingga pengguna tak perlu melakukan scrolling horizontal.
screenshot oleh oik yusuf/ kompas.com Tampilan opsi mode "Off-Road" (kiri) dan "Private Browsing" (kanan) pada browser Opera for Android






























2. Interface baru dengan Speed Dial. Tampilan utama Opera for Mobile terdiri dari 3 "home screen" yang bisa diakses dengan menyapukan jari ke kiri dan kanan.

Tampilan pertama yang akan menyambut pengguna adalah Speed Dial yang sedikit berbeda dengan peramban-peramban Opera sebelumnya. Untuk menambahkan bookmark Speed Dial, pengguna cukup mengunjungi sebuah situs kemudian menekan tanda "+" yang terletak di sisi kiri kolom alamat URL.

screenshot oleh oik yusuf/ kompas.com Tiga layar "homescreen" pada Opera for Android. Layar bagian tengan menampilkan Speed Dial. Layar sebelah kiri memuat history browsing sementara news feed dari Discovery bisa diakses di sisi kanan layar.




















3. Layar khusus untuk menampilkan history browsing. Di homescreen kedua yang bisa diakses dengan menyapu jari ke kiri dari tampilan Speed Dial, Opera for Android menyajikan daftar history sehingga pengguna bisa mengakses dengan mudah. Apabila diinginkan, daftar ini dapat dihapus.

Sebagai tambahan, Opera for Mobile juga menyediakan opsi "private browsing" yang diaktifkan dengan menekan tombol berbentuk tiga titik vertikal di pojok kanan atas layar pemilihan browsing tabs. Warna jendela browser akan berubah menjadi hitam untuk menandai tab di mana Private browsing diaktifkan.

4. Discovery. Ini adalah fitur yang baru diimplementasikan pada Opera for Android. Discovery bisa diakses dengan menyapukan jari ke sisi kiri layar Speed Dial. Fungsinya mirip dengan RSS reader Flipboard dengan thumbnail foto dan keterangan judul berita.

Konten yang disalurkan Discovery dibagi-bagi ke dalam kategori yang bisa dipilih oleh pengguna, seperti "technology", "lifestyle", "news", dan "entertainment". Pilihan wilayah pun bisa diubah ke sejumlah negara -termasuk Indonesia- agar menampilkan konten dari sumber-sumber yang relevan.

Communications Manager Opera Indonesia Agnes Agastia mengatakan bahwa sumber konten yang disajikan oleh Discovery dikurasi secara otomatis oleh Opera berdasarkan tingkat popularitas. "Tapi untuk sekarang ini belum tersedia pilihan untuk memilih sendiri sumber yang diinginkan," ujarnya.

Opera for Android bisa dipakai oleh smartphone dengan sistem operasi Android versi 2.3 atau lebih baru. Browser  ini turut menyediakan opsi sinkronisasi bookmark dan Speed Dial antar perangkat melalui profil Opera Link.

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.